|
Makna Laa ilaaha illallah ( bag 1) |
|
Ditulis oleh Ustadz Muhammad Umar As-Sewed
|
|
Prinsip Dasar Islam: Makna لا إله إلا الله Pembahasan edisi kali ini dimulai dari prinsip yang paling mendasar dari ajaran Islam, sebagai pengingat bagi yang lupa, nasehat bagi yang lalai dan meluruskan bagi yang salah dalam memahaminya. Dalam rangka menjalankan perintah Allah:
فَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِيْنَ…( الذاريات: 55 ) |
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
Makna Laa ilaaha illallah (bag 2) |
|
Ditulis oleh Ustadz Muhammad Umar As-Sewed
|
|
Seseorang yang telah mengikrarkan tauhid uluhiyah dengan keyakinan dan amal-an dengan sendirinya mereka harus beriman bahwa Allah adalah yang menciptakan dan mengatur seluruh alam beserta isinya atau yang kita pahami sebagai tauhid rububiyah. Juga meyakini bahwa Allah memiliki nama-nama yang mulia serta sifat-sifat yang tinggi yang dikenal dengan Tauhid Asma’ wa sifat. Keyakinan ini didasari berita yang datangnya dari al Qur-an dan lisan Rasul-Nya dalam ha-dits-hadits yang shahih. Beriman kepadanya merupakan ibadah kepada Allah yang terkandung dalam kalimat لاإله إلا الله. Akan tetapi, seorang yang percaya bah-wa Allah adalah penguasa dan penciptanya belum tentu mereka beribadahnya hanya kepada Allah semata.
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضَ لَيَقُوْلُنَّ خَلَقَهُنَّ الْعَزِيْزُ الْعَلِيْمُ (الزخرف: 9) |
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
Nasehat Bagi Para Pengguna Website Sebagai Media Dakwah |
|
Ditulis oleh Ustadz Muhammad Umar As-Sewed
|
|
Manusia kadang berlebihan dalam masalah ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), bahkan kadang menganggapnya lebih penting dari pada ilmu agama. Atau malah sebaliknya memusuhinya dan menjauhinya seakan-akan haram padahal iptek dan penemuan-penemuan teknologi adalah perkara mubah, tidak terkait dengan pujian atau celaannya kecuali pada pemanfaatannya. Saya masih ingat ketika Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin رحمه الله ditanya tentang iptek. |
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
Kaidah-Kaidah Penerapan Sunnah |
|
Ditulis oleh Ustadz Muhammad Umar As-Sewed
|
PASTIKAN KESHAHIHAN RIWAYAT DAN MAKNA Dalam menerapkan sunnah-sunnah Rasulullah -Shallallhu ‘alaihi wa salam- kita harus berhati-hati dan teliti. Dalam masalah ini kita harus memperhatikan beberapa kaidah yang telah para ulama tetapkan agar penerapan sunnah itu tidak justru berbalik memancing orang untuk mencemoohkannya, padahal hal itu diakibatkan oleh kesalahan kita dalam penerapannya. Kesahalan tersebut dapat berasal dari dua sisi. Pertama, hadits yang dijadikan sandaran adalah hadits yang dlaif (lemah) atau bahkan palsu. Atau pemahaman kita yang keliru terhadap hadits yang kita jadikan sebagai sandaran walaupun shahih. Oleh karena itu kaidah pertama yang harus kita perhatikan dalam penerapan sunah adalah memastikan kesahihan hadits dan memastikan kebenaran istinbat hukumnya. Yang pertama diistilahkan dengan riwayah, dan yang kedua diistilahkand dengan dirayah. |
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 5 dari 12 |